Pelatih Hansi Flick menegaskan bahwa percakapannya dengan wasit Juan Martinez Munuera setelah kekalahan telak Barcelona dari Atletico Madrid akan tetap dirahasiakan. Meski begitu, ia memuji komunikasi yang berlangsung secara profesional di ruang ganti setelah pertandingan. Flick mengaku ingin memahami alasan di balik keputusan offside yang merugikan timnya.

Situasi ini bermula ketika gol Pau Cubarsi dianulir pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Flick sempat menyebut situasi tersebut kacau dan mengkritik buruknya komunikasi perwasitan di Spanyol. Bahkan, Barcelona mengajukan pengaduan resmi kepada federasi dan komite perwasitan terkait keputusan tersebut.
Namun, menjelang laga LaLiga berikutnya, Flick menarik sebagian kritiknya. Ia menekankan bahwa kekalahan bukan semata-mata kesalahan wasit, melainkan tanggung jawab tim secara keseluruhan. Baginya, evaluasi internal jauh lebih penting daripada memperpanjang polemik.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kekalahan dari Atletico Madrid Jadi Alarm bagi Barcelona
Kekalahan 4-0 dari Atletico Madrid menjadi pukulan telak bagi Barcelona. Tim terlihat kalah dalam duel fisik, intensitas, dan determinasi sepanjang pertandingan di Stadion Metropolitano. Flick menilai timnya tidak memiliki mentalitas yang cukup untuk bersaing dalam laga sebesar itu.
Menurutnya, Atletico tampil lebih dinamis dan unggul dalam situasi satu lawan satu. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi Barcelona, terutama dalam menghadapi tim dengan gaya permainan agresif. Flick ingin para pemain memahami bahwa kualitas teknik saja tidak cukup tanpa mentalitas kuat.
Pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa kekalahan adalah bagian dari sepak bola. Yang terpenting adalah bagaimana tim bereaksi setelah hasil buruk. Ia menuntut respons positif dari para pemain untuk menunjukkan karakter dan daya juang yang lebih kuat.
Baca Juga: Rodrygo Goes Dipastikan Absen Akibat Cedera Hamstring
Peluang Barcelona Rebut Kembali Puncak Klasemen

Setelah tersingkir sementara dari momentum positif, Barcelona kini mengalihkan fokus ke LaLiga. Mereka turun ke posisi kedua setelah Real Madrid meraih kemenangan penting. Namun, peluang kembali ke puncak terbuka jika Barcelona mampu mengalahkan Girona FC.
Flick menegaskan kepada para pemain bahwa laga berikutnya adalah kesempatan untuk menunjukkan reaksi. Ia ingin melihat perubahan dalam sikap, intensitas, dan kualitas permainan. Menurutnya, respons tim setelah kekalahan akan menentukan arah musim mereka.
Dengan jadwal yang padat dan tekanan tinggi, Barcelona harus menjaga konsistensi. Flick percaya bahwa timnya memiliki kapasitas untuk bangkit, asalkan para pemain menunjukkan komitmen dan mentalitas juara dalam setiap pertandingan.
Kondisi Skuad: Cedera, Absennya Pemain, dan Pentingnya Raphinha
Barcelona masih menghadapi masalah cedera yang memengaruhi stabilitas tim. Marcus Rashford dipastikan absen karena masalah lutut ringan, sementara beberapa pemain lain juga masih dalam masa pemulihan. Situasi ini memaksa Flick melakukan rotasi dan penyesuaian taktik.
Di sisi lain, kembalinya Raphinha menjadi kabar positif. Statistik menunjukkan Barcelona jauh lebih solid saat ia bermain. Kehadirannya meningkatkan dinamika, intensitas, dan kreativitas serangan tim, yang sangat dibutuhkan dalam situasi sulit.
Flick bahkan menyebut Raphinha sebagai pemain yang sangat penting bagi tim. Ia menilai sang winger mampu mengubah ritme permainan dan memberikan energi baru di lapangan. Dengan kembalinya Raphinha, Barcelona berharap dapat menemukan kembali performa terbaik dan menjaga peluang meraih gelar musim ini. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goalarab.net.
